Silahkan Ketik yang anda cari...

BARANGSIAPA YANG IKUT SERTA MEMBANGUN MASJID

Membangun masjid, memakmurkan dan menyediakan untuk orang-orang shalat termasuk amal  yang  utama. Allah akan memberikan kepadanya pahala nan agung. Ia termasuk shadaqah jariyah yang pahalanya berlanjut hingga seseorang telah meninggal dunia.

Allah berfirman:

 إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ  (سورة التوبة: 18)

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun)

Keutamaan Masjid

Keutamaan Masjid Bagi Kaum MusliminMasjid merupakan sebaik-baik tempat di muka bumi ini. Di sanalah tempat peribadatan seorang hamba kepada Allah, memurnikan ibadahnya hanya untuk Allah semata. Dari sanalah titik pangkal penyebaran tauhid. Allah telah memuliakan masjid-masjid-Nya dengan tauhid. Allah taala berfirman (yang artinya), "Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". (QS. Al Jin: 18) 

Pembangunan Masjid Nabawi dari Masa ke Masa


Pada tahun 678 H, Sultan Manshur Qalawun Ash-Shalihi memerintahkan pembangunan kubah di atas kamar Rasulullah. Kubah itu berupa segi empat di bagian bawah dan segi delapan di bagian atasnya.
Kubah ini terbuat dari papan yang dilapisi lempengan timah. Kemudian pada tahun 955-762 H, An-Nashir Hasan bin

Jadwal Sholat

Harga Emas dan koin Dinar

Follow us!